Setelah serangkaian eksploitasi yang dialami Ramayana, ia kembali ke Indonesia pada akhir Desember. Ia mengatkan sudah beberapa kali mengalami pemutusan kontrak secara sepihak dan sembilan kali dipindahkan ke beberapa apartemen.
Tidak hanya mengalami kerugian materi, fisik, dan psikis, ia dijerat utang sebesar 450 Euro atau sekitar 7,6 juta. Bahkan teman Raya sesama mahasiswa Universitas Jambi, ada terjerat utang sampai puluhan juta rupiah.
Ada sekitar 80 mahasiswa Universitas Jambi yang mengikuti program magang di Jerman tersebut. Secara keseluruhan, ada 1.047 mahasiswa dari 33 universitas di Indonesia menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) tersebut yang ditangani Bareskrim Polri.
Tanggapan Beranda Perempuan
Direktur Beranda Perempuan Zubaidah mengatakan meskipun polisi telah menetapkan beberapa tersangka, kasus eksploitasi dan TPPO ini harus diusut hingga ke akar-akarnya. Ribuan korban kasus ini masih berstatus mahasiswa.
“Mereka terjebak pada program magang bodong ini karena ada campur tangan dari universitas di mana tempat mahasiswa menuntut ilmu. Mahasiswa diperlakukan sebagai objek percobaan pendidikan dan dimobilisasi untuk mencukupi kebutuhan tenaga kerja manual di Jerman,” katanya.
Menurutnya, ini merupakan cerminan dari sistem pendidikan yang menempatkan universitas sebagai mesin pencetak tenaga kerja murah. Dengan program magang ini, Universitas telah abai dan lalai dalam menjamin keamanan dan perkembangan proses belajar mahasiswa. Oleh sebab itu, universitas seharusnya juga mempertanggungjawabkan kebijakan dan program yang diberlakukan kepada mahasiswa korban.
“Di sisi lain, Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) perlu dikaji ulang karena telah membuka cela bagi mahasiswa menjadi sasaran para sindikat perdangangan orang. Dengan dalih sebagai program yang mempersiapkan mahasiswa untuk masuk ke dunia kerja, pemerintah justru melanggengkan komodifikasi mahasiswa sebagai tenaga siap pakai sangat rentan untuk dieksploitasi,” kata Zubaidah.
Artikel Terkait
Bupati Batanghari Jadi Narasumber Kolaborasi Desa Laboratorium Terpadu Antara UNJA dengan Pemkab
Bergerak dan Berdampak: BEM Fakultas Hukum UNJA Peduli terhadap Banjir di Kota Sungai Penuh
Hadiri Wisuda Unja, Gubernur Jambi Al Haris Minta Tingkatkan SDM Hard Skill dan Soft Skill
Cerita Mahasiswa Jambi Dieksploitasi di Jerman: Sempat Terlantar dan Mimisan
Sebuah Catatan Ekspedisi Batanghari 2023: Jejak Sejarah dan Budaya di Festival Sungai Pengabuan