Sabtu, 18 April 2026

Cerita Mahasiswa Jambi Dieksploitasi di Jerman: Sempat Terlantar dan Mimisan

Photo Author
M Sobar Alfahri, Jambi Line
- Minggu, 31 Maret 2024 | 11:45 WIB

Gerbang Universitas Jambi.  (Istimewa)
Gerbang Universitas Jambi. (Istimewa)

Jambiline.com -  Mahasiswi Universitas Jambi, Raya (bukan nama sebenarnya), menceritakan pengalaman buruk magang di Jerman. Ia dieksploitasi sebagai buruh angkut logistik hingga kuli bangunan

Ia pertama kali mengetahui program magang tersebut melalui Instagram. Gaji yang ditawarkan cukup menggiurkan.

“Tertera selaras dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MKBM). Ada iming-iming gaji sebesar 20 sampai 30 juta,” kata perempuan berusia 22 tahun tersebut.

Sosialisasi program magang ini dilakukan oleh beberapa lembaga yang berada di Indonesia, seperti PT CVGEN dan PT SHB (Sinar Harapan Indonesia). Dengan program klaimnya termasuk MKBM, perusahaan menawarkan tanggung jawab sosial untuk para pelajar.

Baca Juga: Rekam Jejak Teruji dan Berprestasi, Tokoh Masyarakat Jambi Ini Yakin Budi Setiawan Pilihan Tepat untuk Memimpin Kota Jambi ke Depan

Raya yang tertarik, mendaftarkan diri pada bulan Mei 2023, lalu mengikuti serangkaian tes. Tes psikologis dilakukan pihak kampus, tetapi tidak dengan tes bahasa asing.

Para mahasiswa dan mahasiswi yang berhasil melewati seleksi tingkat universitas mendapatkan surat penetapan untuk melanjutkan ke tahap seleksi administrasi. Dalam tahap ini, PT SHB berperan dalam proses pengurusan dokumen, mendapatkan surat penerimaan dari perusahaan di Jerman (Letter of Acceptance), kontrak kerja dari perusahaan, izin kerja, dan Pengajuan visa ke otoritas Jerman. Mahasiswa yang telah lolos seleksi kemudian disalurkan melalui agen Runtime, RAJ dan Brisk yang berada di Jerman untuk bekerja.

“Waktu itu, karena PT SHB ini bertanggung jawab mengurus surat-surat untuk membuat visa, salah satunya izin bekerja, pra kerja, dan karir. Waktu itu, untuk membuat tiga dokumen tersebut, kita (harus) membayar 350 Euro. Opsinya bisa dibayar secara langsung, mencicil, atau ditalang saat kita bekerja nanti. Saya sendiri memilih opsi dengan taligan karena waktu itu kondisi ekonomi sedang tidak mendukung,” kata Raya.

Raya yang lolos seleksi dan sudah mencicil pembayaran itu, kemudian menandatangani kontrak kerja dari tanggal 4 Oktober sampai 30 Desember 2023. Namun, ia malah tidak bisa berangkat ke Jerman sebelum kontrak itu mulai berlaku.

“Saya tidak bisa datang sebelum 4 Oktober, karena pihak agensi mengatakan pemberi kerja itu belum siap. Saya dibawa naungan salah satu agensi di Jerman. Teman yang lain juga tergabung di tiga agensi yang berbeda,” katanya.

Pada tanggal 11 Oktober kemudian, barulah ia diangkat dan tiba di Frankfurt. Bukannya langsung mendapatkan fasilitas sesuai kontrak, mahasiswi ini malah sempat ditelantarkan.

“Iming-imingnya kita diantar dan mendapatkan akomodasi apartemen. Tetapi saya tidak dijemput dan tidak diantarkan juga. Saya dengan teman-teman cukup menginginkan. Tetapi saya dibantu oleh orang yang bekerja juga di sana, tetapi bukan dari agensi. Itu melanggar kontrak yang pertama,” katanya.

Baca Juga: Gubernur Jambi Ajak Warga Ikuti Program Satu Desa Satu Hafidz Qur'an dalam Peringatan Nuzulul Qur'an

Usai terlantar, menganggur, hingga dipindah-pindahkan oleh pihak perusahaan agensi, Raya mendapatkan penginapan dan kontrak kerja baru dari tanggal 31 Oktober sampai 30 Desember 2023. Ia merasa tertekan dan tidak punya banyak pilihan, sehingga mau menandatangani surat kontrak yang menurutnya tidak jelas.

“Sebenarnya saya tidak paham isi apa dan ketentuannya apa, karena posisi kita dalam situasi yang cukup tertekan. Tanpa pikir panjang langsung tanda tangan karena tidak ada pilihan lagi. Surat kontrak ini berbahasa Jerman sehingga kesulitan memahami isi kontrak. Namun karena sudah lama menganggur, mau tidak mau tanda tangan,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Sobar Alfahri

Sumber: Jambiline.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkab Batang Hari Gelar Bimbingan Manasik Haji

Rabu, 4 Februari 2026 | 08:00 WIB
X