Sabtu, 18 April 2026

Ngalao Bnduea : Merayakan Tradisi dan Kebersamaan dalam Kenduri Swarnabhumi Pondok Tinggi

Photo Author
Novan Riansyah, Jambi Line
- Senin, 16 September 2024 | 10:51 WIB

Masyarakat Pondok Tinggi menggelar Ngalao Bnduea, yaitu gotong royong membersihkan tali bandar (irigasi) di kawasan pesawahan ulayat Pondok Tinggi, Senin, 16 September 2024. (Jambi Line)
Masyarakat Pondok Tinggi menggelar Ngalao Bnduea, yaitu gotong royong membersihkan tali bandar (irigasi) di kawasan pesawahan ulayat Pondok Tinggi, Senin, 16 September 2024. (Jambi Line)

Jambiline.com - Masyarakat Pondok Tinggi menggelar Ngalao Bnduea, yaitu gotong royong membersihkan tali bandar (irigasi) di kawasan pesawahan ulayat Pondok Tinggi, Senin (16/09/2024).

Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian Kenduri Swarnabhumi, sebuah perayaan adat yang bertujuan untuk menjaga kearifan lokal dan mempererat kebersamaan di antara warga.

Sejak pagi, panitia dan tamu undangan berkumpul di lokasi. Masyarakat turun ke area gotong royong, sesuai dengan luhah (kelompok keluarga besar berdasarkan garis suku ibu) masing-masing.

Baca Juga: Melihat Kebudayaan Alam Kerinci Melalui Peninggalan Sejarah

Bendera luhah yang dipasang sehari sebelumnya menjadi penanda untuk setiap kelompok. Bersama-sama, mereka membersihkan tali bandar yang vital bagi pengairan pesawahan mereka.

Setelah pembersihan, peserta menikmati makan siang bersama di sepanjang pematang aliran tali bandar, yang kini digantikan oleh Jalan Layang Sungai Penuh menuju Tanah Kampung.

Momentum ini menjadi kesempatan untuk berbagi cerita dan mempererat hubungan sosial, bagi masyarakat setempat. 

Baca Juga: Hasil Laga Man City vs Brentford : Haaland Borong Dua Gol Sekaligus

Sebagai bagian dari Kenduri Swarnabhumi, acara dilanjutkan dengan penaburan bibit ikan di kawasan ulayat adat Depati Payung Pondok Tinggi.

Area ini dulunya pesawahan, namun kini terendam air, sehingga penaburan bibit ikan diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Selanjutnya, diadakan acara adat “Masa Sungkao,” di mana para tamu kehormatan dan anak jantan dari masing-masing luhah menerima topi penghargaan dari karangan bunga yang dipasangkan oleh anaka batinao (saudara perempuan dari garis suku ibu).

Baca Juga: KPU Kota Jambi Umumkan Hasil Penelitian Administrasi Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota

Ritual ini merupakan bentuk penghormatan atas peran mereka dalam menjaga tradisi keluarga.

Sebagai penutup, masyarakat menyelenggarakan “Balahuaek,” sebuah pawai adat yang meriah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novan Riansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkab Batang Hari Gelar Bimbingan Manasik Haji

Rabu, 4 Februari 2026 | 08:00 WIB
X