Dalam hitungan kasar, praktik ini menyebabkan kerugian sekitar 10% dari total anggaran subsidi LPG 3 kg, atau setara dengan Rp8,7 triliun. Jika digabungkan dengan kerugian akibat pengoplosan, total kerugian negara bisa mencapai Rp13 triliun.
Rencana Pembentukan Badan Pengawas Khusus
Menyikapi kondisi ini, Bahlil menyatakan rencana pemerintah untuk membentuk badan khusus yang akan mengawasi penyaluran gas LPG 3 kg. Badan ini bertujuan memastikan subsidi gas LPG 3 kg tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
“Harus ada lembaga yang mengawasi penyaluran LPG subsidi ini,” kata Bahlil usai menghadiri Mandiri Investment Forum 2025 di Hotel Fairmont Jakarta, Selasa, 11 Februari 2025.
Bahlil menambahkan bahwa lembaga pengawas bisa berupa Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) atau lembaga ad-hoc khusus.
Baca Juga: 24 Ribu Pelanggan Terdampak Akibat Pipa Bocor, Begini Respon PDAM Tirta Mayang Jambi
“Lembaga itu harus memastikan subsidi tepat sasaran, karena ini untuk rakyat. Harganya harus pas, volumenya harus pas, dan tidak boleh ada penyalahgunaan,” tegasnya.
Menurut Bahlil, pengawasan yang ketat sangat diperlukan untuk menghindari pemborosan anggaran dan memastikan subsidi benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
“Saya sedang merumuskan dengan tim untuk menentukan pihak yang paling cocok mengawasi ini, agar tidak terjadi pemborosan anggaran,” ujarnya.
Tantangan ke Depan
Polemik gas LPG 3 kg ini menunjukkan betapa kompleksnya tantangan yang dihadapi pemerintah dalam menyalurkan subsidi energi.
Baca Juga: Musprov POBSI Jambi Digelar, Fokus Penguatan Konsolidasi dan Prestasi
Di satu sisi, subsidi ini ditujukan untuk meringankan beban masyarakat, tetapi di sisi lain, praktik kecurangan justru merugikan negara dan masyarakat yang seharusnya menjadi penerima manfaat.
Dengan rencana pembentukan badan pengawas khusus, pemerintah berharap dapat meminimalisir penyalahgunaan dan memastikan subsidi gas LPG 3 kg benar-benar sampai ke tangan yang berhak.
Namun, langkah ini perlu didukung oleh sistem pengawasan yang transparan dan partisipasi aktif dari masyarakat untuk melaporkan praktik-praktik kecurangan yang terjadi di lapangan.
Artikel Terkait
Zuwanda Nyatakan Siap 100% Hadapi Debat Publik Nanti Malam : Kito Gas !!!
SKK Migas dan KKKS Wilayah Jambi Massif dan Agresif Lakukan Percepatan eksplorasi Sumur-sumur Minyak dan Gas Baru
Eksplorasi Bungin-2 Berhasil Temukan Gas 11,4 Juta Kaki Kubik per Hari di Jambi, Harapan Baru untuk Ketahanan Energi Nasional di 2025
Polemik Gas LPG 3 Kg: Subsidi Tak Sampai ke Sasaran, Pemerintah Diminta Perbaiki Sistem Pengawasan