Contohnya, antrean panjang di kasir supermarket kini jarang terlihat karena sebagian besar masyarakat sudah memilih berbelanja secara daring.
Ia menilai, pergeseran ini bukan pertanda buruk, melainkan peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi digital. Meski demikian, pelaku ritel fisik tetap harus beradaptasi.
Mall dan pusat perbelanjaan masih dibutuhkan, tetapi perlu menawarkan pengalaman unik yang tidak bisa diperoleh secara online.
Piter menegaskan, fenomena Rojali dan Rohana hanyalah bagian kecil dari dinamika konsumen modern.
Baca Juga: Empat Hotel di Puncak Disegel KLHK, Terbukti Buang Limbah ke Sungai Ciliwung
Tantangan terbesar adalah menciptakan inovasi yang mampu menyeimbangkan pertumbuhan e-commerce dengan daya tarik ritel konvensional.
“Banyak gaya hidup yang sudah berubah, dan ini sebenarnya adalah potensi ekonomi yang luar biasa,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Heboh Pria Berpakaian Wanita Menari di Mall WTC, Pemkot Jambi Angkat Bicara
5 Pilihan Hotel Mewah di Kota Jambi dengan Fasilitas Lengkap, Dekat dengan Mall, Pasar, dan Bandara
Comeback Super Junior-D&E, Tampilkan Medley Highlight Mini Album Ke-6 INEVITABLE
Weekend Ini Yamaha Akan Hadir di Mall Jamtos, Simak Disini Ada Pertunjukan Apa Saja Nanti
AHM Luncurkan Dua Motor Listrik Terbaru, Honda ICON e: dan CUV e:, Tawarkan Teknologi Canggih dan Ramah Lingkungan