Meskipun usahanya telah naik akan tetapi Aipda Sunaryo tidak mau berhenti menjadi anggota kepolisian karena dirinya masih ingin mengabdi kepada Negara untuk membantu masyarakat banyak.
Desa Pemekaran Sido Mukti Segera Terwujud
Baca Juga: Tahun Baru Imlek, Bisa Makan Malam Mewah Sepuasnya di Swiss-Belhotel Jambi
Ketua Panitia Pemekaran Desa Sido Mukti, Amir Sarifudin mengatakan syarat di wilayah Sumatera untuk pemekaran Desa baru itu minimal penduduk 4.000 jiwa atau 800 kepala keluarga. Pada tahun 2021, pihaknya rapat dengan unsur pemerintah Desa dan masyarakat untuk menyepakati pemekaran Desa baru Sido Mukti.
“Pemekaran Desa baru ini untuk mempercepat pembangunan di Desa dan mempermudah pelayanan public serta memberi kesempatan kepada masyarakat untuk berbuat di Desanya masing-masing,” ujarnya.
Namun pemekaran Desa baru ini terkendala dengan adanya lokasi tanah kantor Desa. Pada tahun 2023 ini, Ketua tim Pemekaran Desa Sido Mukti, ini mengucapkan rasa syukur atas adanya masyarakat yang merupakan anggota Polisi untuk menghibahkan tanahnya menjadi kantor Desa.
Baca Juga: Gunakan Perahu, Gubernur Jambi Al Haris Tinjau Banjir di Kelurahan Kasang, Sijenjang, Kota Jambi
“Alhamdulillah, bapak Sunaryo ini mau menghibahkan tanahnya untuk pembangunan kantor Desa Sido Mukti,” jelasnya.
Amir menjelaskan Desa Diso Mukti saat ini menjadi Desa persiapan menjelang menjadi Desa definitive, sehingga hibah tanah ini baru akan diserahterimakan secara hukum saat Desa Sido Mukti ini menjadi definitive.
“Kami dalam tahapan mengurus hibah ini dan pendanaan operasional untuk Desa Sido Mukti,” sebutnya.
Baca Juga: Hari Ini Sejumlah Wilayah di Jambi Bakal Hujan Lebat, BMKG Beri Peringatan Dini
Sementara itu, warga setempat Joko Sudarno juga mengucapkan terimakasih kepada Aipda Sunaryo yang telah menghibahkan tanahnya untuk dibangun menjadi kantor Desa.
Ia menjelaskan kehidupan sehari-hari Sunaryo di Desa Pasar Singkut saat ini memang sangat antusias untuk membantu masyarakat dan menghormati para sepuh dan lansia di Desa tersebut.
“Pak Sunaryo ini memang dikenal sering berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan dan dikenal dermawan. Hal ini sudah dilakukan sejak 5 tahun terakhir baik pada penyambutan hari raya atau hari biasa,” sebutnya.
Baca Juga: Waspada Banjir Hingga Longsor, Merangin Tak Pernah Absen dari Data BMKG