Titik lokasi PETI itu ternyata berada dekat dengan kawasan hutan desa dan berjarak bekisar 200 meter dari Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).
"Kita melaporkan sudah dua minggu lalu. Kita berharap Gakkum KLHK segera menurunkan tim untuk memeriksa lokasi ini. Jangan lama-lama, nanti terjadi deforestasi lebih lanjut," kata Stakeholder Engagement Specialis KKI Warsi, Agus Sumarli.
Sejak adanya PETI itu, kata Agus, air sungai di sana berwarna cokelat. "Padahal di sana masyarakat mandi dan mencuci," kata Agus.
"Kami sudah melaporkan ke Balai TNKS, karena belum masuk, mereka tidak bisa bertindak. Tapi, kalau sudah masuk wilayah TNKS, tidak perlu Gakkum KLHK, balai bisa bertindak. Tapi, ini bisa berlanjut ke deforestasi," ujar Agus.