Jambiline.com - Ramayana (22), mahasiswi Universitas Jambi menceritakan pengalaman ferienjob berkedok magang di Jerman. Selain menjadi buruh angkut logistik, ia dieksploitasi untuk merenovasi apartemen pribadi milik seorang agensi.
“Kami dijemput di apartemen pribadi Anna (salah satu agensi). Kita dipekerjakan, sebut saja sebagai kuli bangunan, kita membantu merenovasi apartemen milik Ana. Saya mengorek dinding, mengorek wallpaper, terus mencabut lantai,” ujarnya, Senin (1/4).
Pekerjaan ini tidak ada di perjanjian kontrak kerja. Ia curiga pekerjaan ini hanya untuk memanfaatkan para mahasiswa.
"Ini jelas tidak ada kontrak kerja untuk pekerjaan ini," katanya.
Ia pun sempat bekerja di tempat penyortiran buah. Di sana ia harus bekerja di ruangan yang dingin.
“Pekerjaannya tidak normal, 8 sampai 10 jam. Moda transportasi di sana kalau jam empat sore, tidak memadai,” kata Ramayana.
Berjalan Kaki di Tengah Cuaca Dingin
Sialnya, Ramayana pernah bekerja sampai malam. Pada waktu tersebut, transportasi publik tidak banyak sehingga ia terpaksa berjalan kaki selama 1,5 jam di tengah musim dingin untuk sampai di stasiun kereta terdekat.
“Mau tidak mau kami berjalan kaki ke stasiun terdekat selama 1,5 jam. Kami saat itu sudah kelelahan karena bekerja, hujan saat itu, suhunya mungkin hanya 4 derajat. Dalam keadaan gelap juga,” katanya.
Baca Juga: Cerita Mahasiswa Jambi Dieksploitasi di Jerman: Sempat Terlantar dan Mimisan
Setelah menaiki kereta, ia menaki bus dan berjalan kaki. “Hampir selama 4 jam kami berjalan kaki menuju akomodasi (penginapan). Keesokan harinya seperti biasa, kami dijemput taksi,” katanya.
Ramayana yang beberapa menghadapi situasi sulit, sempat mengalami demam hingga mimisan. Ia menanggung kesehatannya sendiri lantaran tidak ada pertanggung jawaban dari perusahaan.
“Waktu itu saya sempat mimisan. Kurang enak bedan. Berat karena dipindah-pindahkan terus karena berada menunggu tempat terbuka. Sebanyak sembilan kali saya dipindahkan,” ujarnya.
Baca Juga: Sebuah Catatan Ekspedisi Batanghari 2023: Jejak Sejarah dan Budaya di Festival Sungai Pengabuan
Sepanjang di Jerman, dari Oktober hingga Desember 2023, ia sempat mendapatkan gaji 77 Euro dari bekerja selama bulan Oktober. Lalu, mendapatkan 2200 Euro dari bekerja selama bulan November.
“Tetapi harus potong pajak akomodasi sekitar 1100 Euro. Saya kalkulasikan, banyak yang tidak sesuai (kontrak),” kata Ramayana.