“Bahwa terkait klien kami yang berkewajiban untuk keperluan kampanye, itu katanya diluar sepengetahuannya, karena semua hal untuk keperluan kampanye sudah diatur oleh tim dari klien kami. Bahkan sampai ia (Pinto) terpilih semuanya ramah,” ujarnya.
Ia menyampaikan Syifa memang sudah datang ke rumah dinas Pinto. Namun, klaim Ihsan, Syifa hanya mengeluarkan catatan sepihak.
"Syifa hanya mengeluarkan catatan versi dia. Oleh karena itu klien kami meminta lebih rinci, dengan tujuan agar bagian keuangan atau sekretariat mudah untuk mengklarifikasi kebenarannya," katanya.
Syifa pun dituding terbawa emosi sehingga mengeluarkan kata yang tidak patut kepada Pinto.
“Sehingga membuat semua orang yang hadir saat itu terkejut atas ucapan tersebut,” kata Ihsan.
Ia mengatakan Syifa sempat dibawa ke Polsek Telanaipura untuk menghindari tugas. Syifa pun diperiksa atas dugaan kehilangan Ipad.
“Dari suasana yang tidak kondusif, pihak polsek sendiri secara kebetulan berada di rumah dinas untuk memberikan keterangan lanjutan atau perkembangan atas adanya laporan kehilangan yang telah dilaporkan pada tanggal 4 mei 2024,” katanya.
Ia mengatakan Pinto berharap bisa bertemu dengan Syifa untuk membicarakan kasus tersebut dengan tujuan kekeluargaan.