Sabtu, 18 April 2026

SKK Migas dan Kementerian ESDM Bersama ENI Indonesia Siapkan Survei Seismik 3D Senilai Rp 1,1 Triliun

Photo Author
Maskun Sopwan, Jambi Line
- Jumat, 7 Juni 2024 | 11:41 WIB

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) sedang berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta ENI Indonesia (SKK Migas)
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) sedang berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta ENI Indonesia (SKK Migas)

Jambiline.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) sedang berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta ENI Indonesia untuk melaksanakan survei seismik 3D dengan anggaran sebesar US$ 70 juta atau sekitar Rp 1,1 triliun (kurs US$ = Rp 15.800).

Pendanaan survei ini berasal dari pengalihan sisa nilai komitmen pasti Wilayah Kerja Arguni I dan Wilayah Kerja West Timor ke wilayah terbuka.

Survei seismik 3D ini merupakan langkah konkret Pemerintah dan SKK Migas dalam upaya menemukan cadangan minyak dan gas baru serta meningkatkan produksi melalui peningkatan kegiatan eksplorasi.

Baca Juga: Sekda Muaro Jambi, Budhi Hartono Hadiri FGD Revitalisasi Kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi

Ini dilakukan baik di dalam wilayah kerja maupun di wilayah terbuka dengan tujuan menemukan potensi cadangan migas baru.

Langkah ini juga mendukung keberlanjutan industri hulu migas yang semakin vital di era transisi energi dan sebagai bagian dari upaya peningkatan produksi migas nasional sebagaimana ditetapkan dalam rencana jangka panjang (LTP).

Setelah Pemerintah menyetujui pelaksanaan survei seismik 3D lepas pantai di wilayah terbuka Cekungan Kutai, Divisi Prospektivitas Migas dan Manajemen Data Wilayah Kerja SKK Migas mengadakan rapat kick-off dengan Ditjen Migas Kementerian ESDM, Pusdatin Kementerian ESDM, dan kontraktor pelaksana ENI Indonesia di Jakarta akhir Mei lalu.

Baca Juga: Pemadaman Listrik, DPRD : Seharusnya PLN Beri Kompensasi

Rapat tersebut menandai dimulainya pelaksanaan survei seismik 3D lepas pantai di Cekungan Kutai.

Koordinasi dengan para pemangku kepentingan sangat penting mengingat tantangan yang akan dihadapi dalam survei ini cukup kompleks, mencakup aspek operasional seperti area survei yang luas, kedalaman laut yang bervariasi, gelombang laut di laut dalam, serta tantangan sosial karena area survei mencakup wilayah nelayan.

Asnidar, Kepala Divisi Prospektivitas Migas dan Manajemen Data Wilayah Kerja SKK Migas, menyatakan apresiasi dan dukungannya terhadap rencana survei seismik 3D lepas pantai di wilayah terbuka menggunakan sisa nilai komitmen pasti Wilayah Kerja Arguni I.

"Survei ini diharapkan dapat membuka potensi sumber daya baru di Cekungan Kutai dan menghasilkan calon wilayah kerja baru yang diikuti dengan investasi lanjut melalui joint study atau tender reguler," ujar Asnidar di Jakarta (6/6).

Baca Juga: Presiden Jokowi Instruksikan Prabowo Jalin Kerja Sama dengan UEA Operasikan RS Lapangan di Gaza

Azhari Idris, Kepala Perwakilan Kalimantan-Sulawesi SKK Migas, juga mendukung rencana survei tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Maskun Sopwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X