Sabtu, 18 April 2026

Kontroversi Program Makan Bergizi : Menu Tanpa Susu dan Solusi Pemerintah

Photo Author
Maskun Sopwan, Jambi Line
- Rabu, 8 Januari 2025 | 15:23 WIB

Potret siswa yang mendapat Makan Bergizi Gratis (Promedia)
Potret siswa yang mendapat Makan Bergizi Gratis (Promedia)

Jambiline.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang resmi diberlakukan mulai Senin, 6 Januari 2025, menarik perhatian publik, khususnya terkait menu yang disediakan. Salah satu poin sorotan adalah absennya susu dalam menu harian program tersebut.

Menanggapi hal ini, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menjelaskan bahwa tidak semua sekolah akan mendapatkan susu setiap hari.

"Kan tertentu aja kan nggak tiap hari," ungkap Zulhas dalam keterangan persnya pada hari pertama peluncuran program.

Baca Juga: Waspada Warga Jambi, Ada Potensi Hujan Deras Disertai Petir di Beberapa Daerah Berikut Hingga Malam Nanti

Zulhas juga menekankan bahwa variasi menu dalam program MBG disesuaikan dengan budaya pangan di setiap daerah. Hal ini dilakukan agar program lebih mudah diterima masyarakat dengan memperhatikan kebiasaan lokal dan kebutuhan gizi masing-masing wilayah.

Istana: Susu Bukan Menu Wajib Harian

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menguatkan pernyataan Zulhas dengan menjelaskan bahwa susu tidak diwajibkan setiap hari dalam program MBG.

"Paling sedikit itu seminggu sekali, tidak wajib susu itu, karena suplai susu kan belum merata di setiap daerah," ujar Hasan Nasbi.

Baca Juga: Pascal Jansen Resmi Menjadi Pelatih Baru NYCFC, David Lee: Sejalan dengan Filosofi Kami

Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa distribusi susu bergantung pada kondisi masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Di daerah yang bukan penghasil susu, susu hanya diberikan sekali dalam seminggu, sedangkan di daerah penghasil susu, seperti Cimahi, pemberian susu bisa dilakukan hingga dua atau tiga kali seminggu.

Hasan juga mengapresiasi salah satu SPPG di Cimahi yang menggunakan botol kaca untuk susu sebagai upaya mengurangi limbah plastik.

Baca Juga: Ketika Jemari Fabrizio Romano Ketik 'Here We Go' untuk Patrick Kluivert Jadi Pelatih Pengganti STY, Sesuai Kode Erick Thohir?

"Di Cimahi itu lebih dari sekali susunya, dan dia pakai botol kaca karena di situ ada peternakan atau pabrik susu sapi," jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Maskun Sopwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X