Ini telah mendorong aliran dana kembali ke pasar-pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, serta mengurangi tingkat volatilitas di pasar saham, obligasi, dan nilai tukar.
Di dalam negeri, indikator-indikator utama ekonomi masih menunjukkan tren positif, seperti neraca perdagangan yang masih surplus dan Indeks Pembelian Manufaktur (PMI) yang tetap ekspansif.
Baca Juga: New Honda Stylo 160, Skutik Fashionable dengan Performa Unggul, Kini Tersedia di Jambi
Tingkat inflasi juga tetap rendah pada tahun 2023. Namun demikian, perkembangan permintaan domestik ke depan masih perlu dipantau, terutama dengan penurunan inflasi inti, penurunan optimisme konsumen, serta perlambatan pertumbuhan penjualan ritel dan kendaraan bermotor.***