Sabtu, 18 April 2026

Kepala SMPN 1 Kampak Trenggalek Tegaskan Ini Tentang Wisuda dan Study Tour: yang Penting Melalui Prosedur

Photo Author
- Kamis, 10 April 2025 | 14:44 WIB

Trisia Arini, kepala SMPN 1 Kampak, tegaskan tetap ada study tour tanpa wisuda (Anisa)
Trisia Arini, kepala SMPN 1 Kampak, tegaskan tetap ada study tour tanpa wisuda (Anisa)

Jambiline.com - Trisia Arini, kepala SMPN 1 Kampak, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, beberkan pesan penting terkait acara wisuda untuk kelas IX dan study tour sebagai agenda tahunan.

Trisia Arini menegaskan tentang adanya larangan wisuda bagi siswanya di SMPN 1 Kampak, lantaran mengikuti aturan dari dinas setempat.

"Kan Jawa Timur belum ada statement itu, tapi dari kepala dinas memang menghimbau untuk tidak. Untuk acara pelepasan siswa dan pentas seni tetap ada cuma anak-anak tidak menggunakan kebaya. Pernah dua kali acara wisuda di sini sudah tidak pakai toga, toga kan memang untuk mahasiswa, kalau kita kan pelepasan," kata Trisia Arini kepada Jambiline.com saat di SMPN 1 Kampak, Jawa Timur, pada Kamis (10/4/2025).

Trisia Arini juga tidak menghimbau adanya acara besar-besaran untuk momen pelepasan siswa tingkat akhir di SMPN 1 Kampak.

Baca Juga: Keluarga Besar SMPN 1 Kampak Trenggalek Gelar Halal Bihalal Bersama Ratusan Siswa

"Acara pelepasan itu nanti digelar biasa saja, sekolah hanya membiayai terop, kursi, konsumsi, seperti biasa. Prosesi pelepasannya tetap berjalan, hanya saja tidak ada wisuda yang memakai toga," tambahnya.

Acara wisuda dan study tour merupakan acara tahunan yang sering dijalankan oleh para siswa di sekolah.

Akan tetapi, study tour yang digelar biasanya belum tentu untuk kelas tingkat akhir, melainkan kelas VIII.

Lanjut Trisia, untuk agenda rekreasi atau study tour, dia akan melapor dan mengikuti rekomendasi dari dinas.

"Kalau study tour kita tetap ada kegiatan ke luar, tapi melalui prosedur, kita laporan dulu dan nanti direkom dari dinas," ucapnya.

Dia sangat menegaskan pentingnya study tour ke luar daerah agar siswa memiliki pengalaman menarik untuk dijadikan pembelajaran.

"Karena seperti kegiatan menginap di hotel, itu kan untuk pembelajaran, seperti prosedur membuka pintu hotel. Intinya untuk menekankan pengalaman anak-anak di tempat umum," tegasnya.

Di samping itu, melatih siswa agar mampu beradaptasi di wilayah lain juga sangat penting sesuai dengan prosedur study tour yang telah disepakati.

"Selain itu, apakah sebagai warga Kampak hanya mengenal wilayah Kampak saja? Jadi minimal anak-anak sudah pernah ke Borobudur dan lain-lain. Yang penting kita mengikuti prosedur," jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Anisa Nabilah Hidayati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X