Jambline.com - Warga Desa Sumber Jaya, Muaro Jambi, Jambi, melakukan pemblokiran jalan dengan menggunakan tumpukan kelapa sawit yang baru dipanen sejak Rabu (22/11) malam. Mereka mendesak kepolisian segera membebaskan dua orang yang dituduh mencuri kelapa sawit.
Imbas pemblokiran itu kendaraan pribadi serta kendaraan angkutan tidak bisa lewat.
Masdar Yono (34), warga Desa Sumber Jaya sekaligus yang ikut serta dalam aksi itu, mengatakan massa aksi ini tidak terima atas penangkapan dua orang saat mengantarkan kepala sawit ke Desa Niaso beberapa hari yang lalu. Sehingga mereka memanggil polisi segera mebolehkan dua orang itu serta mengembalikan kendaraannya.
Baca Juga: Musnahkan Polda Jambi 11 Kg Sabu
Ia mengatakan kelapa sawit yang dipanen bukanlah hasil curian sebagaimana yang dituduhkan. Melainkan, hasil panen di lahan Desa Sumber Jaya yang diserobot PT Fajar Pematang Indah Lestari (PT FPIL).
Penangkapan ini, kata Masdar, tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Dalam kesepakatan tersebut, pihak kepolisian berjanji tidak akan menahan warga Sumber Jaya yang mencuri kelapa sawit di wilayah konflik selama proses hukum berjalan hingga terdapat putusan hukum di pengadilan.
"Tuntut kami segera membebaskan orang yang ditangkap. Ditangkap di Desa Niaso saat lagi mengantarkan sawit. Ini tidak sesuai kesepakatan. Kembalikan masyarakat kami yang diculik," katanya, Kamis (23/11).
Baca Juga: Hutan Harapan Terbakar 181 Hektare, Mahasiswa Tanam Pohon
Pemblokiran jalan ini, kata Masdar, sudah dibuka oleh warga. Saat ini sedang berlangsung mediasi.
"Situasi sekarang, pemblokirannya sudah dibuka. Pengendara bisa lewat," kata Masdar.
Bila hasil mediasi tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, warga akan melakukan pemblokiran jalan lagi. "Jika mediasi tidak sesuai. Kami akan melakukan pemblokiran kembali," kata Masdar.
Kepala Desa Sumber Jaya Armidi mengatakan siang ini sedang berlangsung mediasi dengan Polda Jambi.
Siang ini mediasi dengan Ditkrimum Polda Jambi,” katanya.
Jambiline.com masih berupaya untuk mendapatkan keterangan dari pihak kepolisian.
Artikel Terkait
Reformasi Agraria, BPN dan Pemprov Jambi Prioritaskan 21 Konflik Lahan
Tuntut Penyelesaian Konflik Agraria, Ratusan Masa Petani Unjuk Rasa di Kantor Gubernur Jambi
Kecam Tindak Represif Polisi, Masyarakat dan Mahasiswa Demo
Menteri ATR/BPN Ingatkan Jambi Berada di Posisi 3 Konflik Agraria Terbanyak