Jambiline.com - Penganiayaan santri laki-laki berinisial APD (12) di Pondok Pesantren Tri Sukses Jambi berujung damai. Rikarno Widi Setiawan, ayah kadung APD, telah mencabut laporan di Polda Jambi, Senin (4/12).
Widi mengatakan pihaknya sudah bermediasi dengan keluarga kedua pelaku dan pihak pondok pesantren.
"Selanjutnya kami berterima kasih kepada semua yang sudah mensupport dan membantu doanya," kata Widi.
Baca Juga: Santri di Jambi Dianiaya Senior, Kemaluannya Cedera
Ia mengakui bahwa sebelumnya membuat laporan ke Polda Jambi karena tersulut emosi.
"Dengan adanya anak kami terbaring di rumah sakit karena emosinya memuncak. Setelah mediasi adanya percakapan, akhirnya ya lebih baik berdamai," katanya.
Kata Widi, kondisi fisik dan psikis APD sudah lebih baik. Remaja itu sudah mau berbicara hingga bermain dengan temannya di rumah
Widi menyampaikan sudah ada pertanggung jawaban dari keluarga dua pelaku yang menganiaya anaknya. Jika nantiterdapat efek fisik dan psikis berikutnya, akan ada pertanggung jawaban lagi.
"Apa bila nanti ada efek fisik dan psikisnya di kemudahan hari, beliau akan bertanggung jawab. Makanya ada beberapa poin yang cukup intern saja yang ketahui," katanya.
Baca Juga: Momentum HUT PGRI, Ketua DPRD Dorong Pemerintah Sejahterakan Guru Lewat Ini
Akhayar, guru dan perwakilan Pondok Pesantren Tri Sukses Jambi, mengatakan pihkanya baru mengetahui kasus ini setelah adanya informasi dari pihak keluarga korban.
Ia mengatakan pihak pondok pesantren akan melakukan pembenahan.
"Pihak pesantren tentunya terus akan melakukan pembenahan terkait pelayanan maupun sistem pendidikan. Insya Allah kami memberikan jaminan untuk siswa dan kami awasi sebaik mungkin," katanya.
Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi, Kombes Andri Ananta mengatakan pihaknya tidak serta merta menghentikan kasus ini setelah adanya pencabutan laporan. Semua pihak harus dihadirkan dalam restorative justice sebelum proses penandatanganan perdamaian.
"Wajib menghadirkan seluruh pihak, jadi bukan langsung kita hentikan. Jadi kami minta kumpulkan semua pihak kemudian mengadakan restorative justice, baru kita siapkan format perdamaian," katanya, Selasa (5/12).
Artikel Terkait
3 Remaja di Jambi Tembak Pakai 'Bazoka Kaleng', Korban Luka Parah
Viral, Seorang Remaja Cegat Wali Kota Jambi Minta Tinjau Rumah Neneknya
Pakai Sarung, Ketua DPRD Ikuti Apel Peringatan Hari Santri Nasional di Tebo
Pemkab Tanjab Barat Gelar Upacara Hari Santri Nasional Tahun 2023, Anwar Sadat Sampaikan Hal Ini
Remaja Putri Gemetar Hampir Diculik, Polisi Lakukan Penyelidikan
Santri di Jambi Dianiaya Senior, Kemaluannya Cedera