Sabtu, 18 April 2026

Sebuah Catatan Ekspedisi Batanghari 2023: Jejak Sejarah dan Budaya di Festival Sungai Pengabuan

Photo Author
Redaksi, Jambi Line
- Minggu, 31 Maret 2024 | 12:59 WIB

Bustanol menanam pohon saat Ekspedisi Sungai Batanghari. (Istimewa)
Bustanol menanam pohon saat Ekspedisi Sungai Batanghari. (Istimewa)

Perbincangan dengan para tetua desa membuka lembaran baru sejarah Pangkal Babu. Nama "Pangkal Babu" ternyata menyimpan makna terdalam, yaitu "tempat berdiam makhluk halus". Menurut cerita turun-temurun, hutan mangrove ini dihuni oleh makhluk halus yang hidup di istana tak kasat mata. Kepercayaan ini masih dipegang teguh oleh masyarakat setempat.

Lebih dari sekadar cerita mistis, kepercayaan ini mencerminkan kearifan lokal masyarakat dalam menjaga kelestarian alam. Hutan mangrove dianggap sebagai tempat suci yang harus dihormati dan dilestarikan.

Menebar Harapan untuk Masa Depan

Ekspedisi Batanghari 2023 dan Festival Sungai Pengabuan bukan hanya tentang menjelajahi alam dan budaya, tapi juga tentang membangun harapan. Harapan untuk melestarikan budaya, melindungi alam, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Festival Sungai Pengabuan menjadi bukti bahwa budaya dan alam dapat menjadi daya tarik wisata yang potensial. Dengan pengelolaan yang tepat, festival ini dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat dan membantu melestarikan budaya dan alam Jambi.

Perjalanan menuju Mangrove Pangkal Babu. (Sobar Alfahri)

Ekspedisi Batanghari 2023 telah membuka jalan untuk mewujudkan harapan tersebut. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas, mari kita jaga Sungai Batanghari dan warisan budaya yang tak ternilai harganya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Sobar Alfahri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkab Batang Hari Gelar Bimbingan Manasik Haji

Rabu, 4 Februari 2026 | 08:00 WIB
X