Perbincangan dengan para tetua desa membuka lembaran baru sejarah Pangkal Babu. Nama "Pangkal Babu" ternyata menyimpan makna terdalam, yaitu "tempat berdiam makhluk halus". Menurut cerita turun-temurun, hutan mangrove ini dihuni oleh makhluk halus yang hidup di istana tak kasat mata. Kepercayaan ini masih dipegang teguh oleh masyarakat setempat.
Lebih dari sekadar cerita mistis, kepercayaan ini mencerminkan kearifan lokal masyarakat dalam menjaga kelestarian alam. Hutan mangrove dianggap sebagai tempat suci yang harus dihormati dan dilestarikan.
Menebar Harapan untuk Masa Depan
Ekspedisi Batanghari 2023 dan Festival Sungai Pengabuan bukan hanya tentang menjelajahi alam dan budaya, tapi juga tentang membangun harapan. Harapan untuk melestarikan budaya, melindungi alam, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Festival Sungai Pengabuan menjadi bukti bahwa budaya dan alam dapat menjadi daya tarik wisata yang potensial. Dengan pengelolaan yang tepat, festival ini dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat dan membantu melestarikan budaya dan alam Jambi.
Ekspedisi Batanghari 2023 telah membuka jalan untuk mewujudkan harapan tersebut. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas, mari kita jaga Sungai Batanghari dan warisan budaya yang tak ternilai harganya.
Artikel Terkait
Ratusan Pelajar Ikut Tanam Pohon hingga Workshop Saat Kenduri Swarnabhumi
4 Desa Penjaga Candi Muara Jambi Meriahkan Kenduri Swarnabhumi
Diambil dari Donasi Karyawan, PetroChina Tanam 5.000 Bibit Pohon Mangrove di Pulau Pari
Festival Kota Minyak Kenduri Swarna Bumi Warnai kegiatan HUT ke-75 Kabupaten Batanghari
Pokdarwis Meranti Rawa Studi Pengelolaan Ekowisata Mangrove di Jambi
Semangat Ramadhan, Personil Ditpolairud Polda Jambi Bersih-bersih Sampah di Sungai Batanghari