Merkuri yang dihasilkan dari PETI tentu mencemari sungai. Namun, kata Rudi, belum ada riset yang mengekspos kandungan merkuri di Sungai Batanghari lebih lanjut.
"Korban merkuri, contoh kasusnya di Minamata Jepang, penduduk setempat mengalami kecacatan permanen dampak paparan merkuri," kata Rudi.
Sebagian warga terpaksa memanfaatkan sumur bor yang membuat pengeluaran rumah tangga warga melonjak.
Sobar Alfahri mengatakan hampir semua masyarakat Dusun Sungai Telang menolak PETI. Karena itu, saat ia melakukan peliputan di sana, ada masyarakat lokal yang mendampingi dan Sobar pulang dengan aman.
Berdasarkan informasi yang didapatkan, masyarakat terpaksa membuat sumur sejak adanya PETI. Para santri mengalami gatal-gatal diduga karena menggunakan air sungai.
"Masyarakat yang begitu religius dari pesantren juga mengharamkan donasi yang masuk dari pelaku PETI," katanya.
Sobar mendengar kabar bahwa kepala desa terlibat di balik aktivitas ilegal itu. Tidak hanya itu, aparat penegak hukum turut dikabarkan terlibat dalam penambangan emas ilegal di sana. Para pelaku amat terstruktur dan rapi.
"Beberapa pemuda diintimidasi oleh orang tak dikenal (preman) agar tak bersuara untuk menolak peti," kata jurnalis CNN Indonesia itu.
Bahkan, ada pemuda yang membuat surat terbuka untuk Presiden RI, Joko Widodo, pada Februari 2024 lalu, tetapi belum ada dampak signifikan terhadap penegakan hukum di Sungai Telang. Dalam surat terbuka itu, pemuda ini mengeluhkan mendapatkan intimidasi sehingga meminta pertolongan.
Ketika razia yang dilakukan polisi pada bulan Mei 2024 lalu, pun tak ada pelaku yang ditangkap. Pemodal PETI masih bebas dari jerat hukum.
Masyarakat Dusun Sungai Telang, kata Sobar, memiliki kesadaran ekologis sehingga ingin menjaga hutan.
"Masyarakat ingin mengembangkan ekonomi yang ramah lingkungan, seperti pengelolaan kopi Robusta dan ekowisata," katanya.
Sementara itu, Aan mengatakan jurnalis dan media massa harus mengambil peran untuk mendorong penegakan hukum terhadap pelaku PETI. Namun, juga harus berhati-hati dengan identitas narasumber yang sebaiknya dilindungi.
"Agar tak berdampak pada intimidasi terhadap mereka," katanya.
Artikel Terkait
Tambang Emas Ilegal Mendekati Taman Nasional, Warga Jambi Ngadu ke KLHK
Tambang Emas Rusak Wisata Jambi, Pupus Harapan Warga Jelang Lebaran
Polda Jambi Akan Panggil Saksi-Saksi Terkait Laporan Dugaan Penggelapan Uang Oleh Pinto Jayanega
Temukan Jarum Suntik Hingga Klip Bungkus Narkoba, Tim Gabungan Polda Jambi Hancurkan Satu Rumah di Kawasan Legok
Polisi Razia Tambang Emas Ilegal di Jambi: Bakar Basecamp, Lumpuhkan Alat Berat
Dibawa dari Aceh, Sabu Seberat 4 Kg Digagalkan Ditresnarkoba Polda Jambi, Satu Di Antaranya ASN Imigrasi Riau