Sabtu, 18 April 2026

Gubernur Jambi Minta Sekolah Laksanakan SPMB Secara Objektif, Transparan, dan Adil Bagi semua Pihak

Photo Author
Maskun Sopwan, Jambi Line
- Rabu, 11 Juni 2025 | 13:00 WIB

komitmen bersama untuk pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang berintegritas pada tahun ajaran 2025-2026
komitmen bersama untuk pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang berintegritas pada tahun ajaran 2025-2026

 

Jambiline.com - Gubernur Jambi, Al Haris menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan keadilan dalam proses penerimaan siswa baru.

Hal itu disampaikannya saat Penandatanganan komitmen bersama untuk pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang berintegritas pada tahun ajaran 2025/2026, di SMKN 1 Kota Jambi pada Selasa pagi, 10 Juni 2025.

Ia mengakui bahwa meskipun sistem SPMB saat ini sudah berjalan dengan baik, masih diperlukan pembenahan agar lebih objektif, transparan, dan adil bagi semua pihak.

Baca Juga: Dibantai Jepang 0-6, Patrick Kluivert : Timnas Indonesia Dapat Pelajaran Berharga di Kualifikasi Piala Dunia 2026

"Setiap tahun kita terus berupaya memperbaiki proses penerimaan siswa baru. Kita ingin SPMB ini berintegritas agar hasilnya berkualitas. Tujuannya adalah meningkatkan mutu pendidikan secara konsisten," ujar Al Haris.

Gubernur juga mengingatkan pentingnya sinergi antara sekolah dan masyarakat dalam proses pendaftaran.

Ia mendorong agar orang tua mendaftarkan anak mereka ke beberapa sekolah untuk memperluas peluang, sekaligus menghindari praktik-praktik tidak adil seperti ‘titipan’.

Baca Juga: Pemerintah Cabut Izin 4 Tambang Nikel di Raja Ampat, Perusahaan Diminta Pulihkan Lingkunganyang Rusak

“Kita harus pastikan tidak ada anak dari keluarga kurang mampu yang tidak bersekolah. Jika ada anak yang tinggal dekat dengan sekolah, saya minta tolong agar mereka diterima,” tegasnya.

Lebih lanjut, Al Haris mengimbau para orang tua untuk tidak memaksakan anak masuk ke sekolah unggulan jika kemampuan akademik anak belum mencukupi. Menurutnya, hal ini justru bisa menjadi tekanan psikologis bagi anak.

“Memaksakan anak ke sekolah dengan standar tinggi, padahal kemampuannya belum cukup, itu sama saja menyiksa mereka,” pungkasnya.

Baca Juga: Pemerintah Targetkan Sampah Nasional Tuntas Sebelum 2029 Lewat Sinergi dan Inovasi Energi

Isi dari komitmen bersama yang ditandatangani tersebut mencakup tiga poin utama:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Maskun Sopwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkab Batang Hari Gelar Bimbingan Manasik Haji

Rabu, 4 Februari 2026 | 08:00 WIB
X