Jambiline.con – Bhabinkamtibmas Polres Sarolangun, Aipda Sunaryo rela menghibahkan tanah pribadi miliknya kepada masyarakat, untuk pembangunan kantor Desa Pemekaran Baru, Jumat (19/01/2024).
Pria kelahiran Singkut 1 Juli 1978 yang mulai berkarir sebagai Polisi sejak tahun 2001 ini, mempunyai seorang Istri bernama Eka Rustiniatun dan memiliki 4 orang anak.
Aipda Sunaryo juga merupakan Bhabinkamtibmas Polres Sarolangun, yang ditempatkan di Desa Sungai Gedang dan Simpang Nibung, yang sehari–hari melayani dan mengayomi serta membantu masyarakat setempat.
Baca Juga: Jelang Akhir Bulan Januari 2024 Harga Sawit di Jambi Alami Kenaikan, Berikut Rinciannya
Selain itu, Aipda Sunaryo juga diketahui tinggal di Desa Pasar Singkut, Kecamatan Singkut, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.
Mulanya, Aipda Sunaryo mendapatkan laporan bahwa ditempat dirinya tinggal akan dilakukan Desa Pemekaran baru. Namun, hal ini terkendala karena tidak ada lokasi tanah dan biaya operasional untuk pembangunan kantor Desa.
Mendengar hal tersebut, ia pun langsung berdiskusi dengan sang istri, dengan niat untuk menghibahkan tanah miliknya untuk lokasi pembangunan kantor desa yang akan dimekarkan.
Baca Juga: Hari Ini 9 Wilayah di Jambi Bakal Hujan Lebat, BMKG Beri Peringatan Dini
Setelah mendapatkan kesepakatan bersama, Aipda Sunaryo tidak berpikir panjang dan langsung memberikan tanah pribadinya untuk pembangunan kantor Desa Pemekaran tersebut.
“Kami yang sehari hari juga sebagai masyarakat mendengar adanya kesulitan untuk membangun Desa baru ada terkendala sehingga saya dan Istri berinisiatif untuk menghibahkan tanah untuk pembangunan Kantor Desa,” katanya.
Adapun tanah yang dihibahkan Aipda Sunaryo, yakni seluas 30 x 30 meter persegi, yang letaknya tak jauh dari rumah pribadinya di RT 19, Dusun 4 Sari Mulyo, Desa Pasar Singkut, Kecamatan Singkut, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.
Baca Juga: Waspada Banjir Hingga Longsor, Lagi-lagi Merangin Tak Pernah Absen dari Data BMKG
Selain hibah tanah, Aipda Sunaryo juga memberikan bantuan uang sebesar Rp22 juta untuk operasional pemekaran Desa baru.
Kemudian juga, Ia meminjamkan sementara salah satu rumah pribadinya untuk operasional kantor Desa Pemekaran.
“Karena saya seorang Polisi yang lahir dari Desa ini, maka merasa terpanggil bagaimana diri saya berguna untuk orang banyak, hanya itu saja yang kami impikan sebagai penduduk asli Desa ini,” jelasnya.