Deteksi Dini dan Penanganan
Deteksi dini menjadi kunci utama penanganan penyakit katup. Pemeriksaan Echocardiografi (USG Jantung) merupakan metode penting dalam menegakkan diagnosis.
“Tingkat keparahan akan menentukan jenis penanganannya. Untuk kasus ringan bisa dikelola dengan obat-obatan, tetapi untuk kasus berat diperlukan tindakan bedah atau intervensi non-bedah,” tambah dr. Denio.
Penanganan bedah biasanya melibatkan penggantian atau reparasi katup melalui operasi konvensional atau teknik minimal invasif. Sementara tindakan intervensi non-bedah dilakukan melalui metode kateterisasi, seperti:
- TAVI (Transcatheter Aortic Valve Implantation) untuk mengganti katup aorta.
- MitraClip untuk mengurangi kebocoran katup mitral.
- TricValve untuk kasus kebocoran berat pada katup trikuspid.
- Intervensi kateter juga dapat dilakukan untuk katup pulmonal.
Baca Juga: Gubernur Jambi Minta Sekolah Laksanakan SPMB Secara Objektif, Transparan, dan Adil Bagi semua Pihak
Bila pasien juga mengalami penyumbatan pembuluh darah koroner, pembedahan menyeluruh menjadi pilihan utama. Namun, teknik intervensi menjadi solusi ketika operasi terbuka berisiko tinggi atau tidak memungkinkan.
Kolaborasi dengan Dokter Daerah
Heartology juga terus memperkuat jejaring rujukan dengan dokter umum di berbagai daerah termasuk Jambi. Harapannya, pasien dengan gejala penyakit katup atau kasus jantung kompleks bisa dideteksi lebih awal dan segera dirujuk ke fasilitas spesialis.
Data menunjukkan, hingga tahun 2025, sekitar 60% pasien Heartology berasal dari luar Jakarta. Hal ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat daerah terhadap pelayanan jantung berkualitas tinggi di Heartology.
Tentang Heartology Cardiovascular Hospital