Arifin menuturkan fase berikutnya dari Proyek Tangguh adalah Proyek Ubadari CCUS (UCC).
Proyek ini merupakan proyek CCS yang paling terdepan dan akan menjadi CCS Hub pertama di Indonesia, dengan potensi kapasitas penyimpanan CO2 hingga 1,8 Gt.
Selain menghasilkan tambahan produksi gas, proyek ini ini akan menginjeksikan sekitar 30 juta ton CO2 sampai tahun 2035 ke reservoir yang ada.
Proyek selanjutnya yang juga akan dibangun adalah Hilirisasi Gas alam menjadi low carbon ammonia dengan rencana produksi 875 ribu ton/tahun Blue Ammonia, yang akan digunakan untuk co-firing di pembangkit listrik dan juga di pabrik baja.
Proyek penting lainnya adalah Lapangan Gas Asap, Kido, Merah. Proyek ini akan memproduksi cadangan gas (Gross) sebesar 2.244,45 BSCF serta produksi kondensat sebesar 5,4 MMSTB. Total nilai investasi Proyek ini sebesar USD3,37 milyar.
“Proyek-proyek hilirisasi tersebut merepresentasikan ketangguhan atau daya tahan industri hulu migas Indonesia dalam menjalankan tugasnya di tengah dinamika dan tantangan baik yang bersifat global maupun nasional”, ujar Arifin.
Baca Juga: Dispora Provinsi Jambi : Rp 1,2 Miliar Dana Pembinaan Cabor Prestasi Dicairkan Bulan Desember 2023
Sementara itu Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyampaikan bahwa beroperasinya secara penuh Tangguh Train 3 akan meningkatkan produksi gas nasional dan memperkuat peran industri hulu migas di era transisi energi untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
“Tangguh Train 3 diharapkan bisa beroperasi kapasitas penuh diawal Desember sehingga semakin memperkuat neraca gas nasional dan mendukung kebutuhan domestik”, katanya.
Lebih lanjut Dwi menyampaikan Tangguh Train 3 dapat dikatakan merupakan karya anak bangsa, dibangun dan dioperasikan oleh SDM dalam negeri, yang memberikan perhatian yang besar bagi tenaga kerja lokal.
BP EVP Gas & Low Carbon Energy Anja Isabel berkata, ”Kami merasa terhormat bahwa Presiden Jokowi berkenan meresmikan Tangguh Train 3.
Tangguh merupakan fasilitas kelas dunia dengan budaya keselamatan yang kuat dan 70% dari pekerja kami berasal dari Papua.**
Artikel Terkait
SKK Migas Ajak Stakeholder Bangun Kolaborasi Strategis Guna Mendorong Pertumbuhan ekonomi dan Kesejahteraan Optimal
SKK Migas Sampaikan Komitmen Terus Berkontribusi Secara Berkelanjutan Bagi Negara
Industri Hulu Migas Butuh Suntikan Dana US$20 Miliar per Tahun untuk Kejar 1 Juta Barel
SKK Migas Dorong Digitalisasi dalam Assurance, Manajemen Risiko dan Investigasi
Sempat Disebut Perampok Hasil Bumi Daerah, SKK Migas Beri Penjelasan