Sabtu, 18 April 2026

Kinerja Industri Perbankan Indonesia di Tengah Tantangan Ekonomi Global Tetap Stabil dan Berdaya Saing

Photo Author
Maskun Sopwan, Jambi Line
- Rabu, 21 Februari 2024 | 11:55 WIB

Ilustrasi sistem perbankan (Net)
Ilustrasi sistem perbankan (Net)

Jambiline.com - Industri perbankan Indonesia tetap stabil dan berdaya saing meskipun menghadapi potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Pada Desember 2023, sektor ini menunjukkan ketahanan yang kuat dengan rasio profitabilitas, permodalan, dan likuiditas yang mengesankan.

Rasio profitabilitas, diukur dengan Return on Assets (ROA), pada November 2023 sebesar 2,74 persen, sedikit meningkat dari bulan sebelumnya. Begitu juga dengan Net Interest Margin (NIM) yang tetap solid pada 4,81 persen.

Baca Juga: Fatal, 12 TPS di Jambi Bakal Lakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU), Ternyata Ini Penyebabnya

Sementara itu, Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 27,65 persen, menunjukkan keandalan perbankan dalam menghadapi risiko di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Dari segi kinerja intermediasi, kredit perbankan tumbuh sebesar 10,38 persen secara year-on-year (yoy) menjadi Rp7.090 triliun pada Desember 2023, didorong oleh pertumbuhan kredit investasi dan modal kerja.

Bank BUMN menjadi motor penggerak utama dalam pertumbuhan kredit, dengan porsi kredit mencapai 45,64 persen dari total kredit perbankan.

Baca Juga: OJK : Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Nasional Terjaga di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Desember 2023 mencapai Rp8.458 triliun, menunjukkan pertumbuhan sebesar 3,73 persen yoy.

Kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) net sebesar 0,71 persen dan NPL gross sebesar 2,19 persen.

Jumlah kredit restrukturisasi Covid-19 terus mengalami penurunan, yang berdampak positif pada penurunan rasio Loan at Risk.

Di sisi risiko pasar, penurunan yield pada bulan Desember membawa dampak pada penurunan unrealized loss perbankan.

Baca Juga: Gubernur Jambi, Al Haris Hadiri Acara Puncak Hari Pers Nasional di Jakarta

Position Devisa Neto (PDN) juga menurun menjadi 1,44 persen, jauh di bawah threshold yang ditetapkan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Maskun Sopwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X