Sabtu, 18 April 2026

KEREN! Erick Thohir Ungkap Kabupaten Gresik Punya Smelter Single Line Terbesar Dunia

Photo Author
- Minggu, 29 September 2024 | 16:28 WIB

Smelter Single Line dari PT Freeport Indonesia, Gresik, Jawa Timur (IG/@erickthohir)
Smelter Single Line dari PT Freeport Indonesia, Gresik, Jawa Timur (IG/@erickthohir)

Jambiline.com - Kabar hadirnya Smelter Single Line di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, sempat menghebohkan warganet setanah air.

Pasalnya, Smelter Single Line merupakan smelter terbesar di dunia sebagai salah satu wujud hilirisasi industri.

Kehebatan Smelter Single Line tak hanya memberikan untung triliunan untuk negara, tapi juga bisa membuat puluhan ton emas.

Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir, mengatakan bahwa Smelter Single Line merupakan wujud dari program pemerintah yang harus dijalankan.

"Kami di BUMN terus berkolaborasi mendorong hilirisasi industri mineral sesuai dengan visi pemerintah saat ini dan berikutnya," kata Erick Thohir, dikutip Jambiline.com dari Instagram @erickthohir, pada Minggu, 29 September 2024.

Lokasi smelter tersebut berada di Desa Manyarejo, Kec. Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Baca Juga: BREAKING NEWS! Si Jago Merah Melahap 3 Rumah Warga Kutorejo, Tuban, 1 Unit Mobil Hangus

Dia juga menambahkan, pembangunan smelter peleburan tembaga ini juga akan berdampak pada usaha mikro, kecil, dan menengah.

"Hilirisasi akan memberikan manfaat maksimal terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dan mampu menimbulkan multiplier effect pada para pelaku UMKM dan industri turunan yang ada di sekitar smelter," tambahnya.

Sebagai bentuk hilirisasi industri yang mendunia, Smelter Single Line memiliki nilai investasi sebesar Rp56 triliun.

Hilirisasi industri adalah proses pengolahan bahan baku menjadi barang siap pakai yang memiliki nilai jual lebih tinggi. 

Proses ini melibatkan pemrosesan, pengemasan, distribusi, dan penjualan produk. 

Selain mengoptimalkan nilai jual produk, beberapa tujuan lainnya, hilirisasi industri bisa berguna untuk: 

1. Meningkatkan pendapatan pemerintah.
2. Mendukung industri pengolahan dalam negeri agar tidak mengekspor bahan baku mentah.
3. Menarik investor untuk menanamkan modal di sektor industri yang lebih maju.
4. Meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi.
5. Menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak dan berkualitas.
6. Meningkatkan daya saing di pasar global.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Anisa Nabilah Hidayati

Sumber: IG @erickthohir

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X