Pembahasan dengan Perdana Menteri Malaysia
Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa ia telah membahas kasus penembakan ini dengan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Malaysia pada Senin, 27 Januari 2025. “Secara garis besar, kami sudah membicarakan hal ini,” kata Presiden.
Dukungan Hukum dan Medis dari Pemerintah Indonesia
Kementerian Luar Negeri dan KBRI Kuala Lumpur telah memberikan pendampingan hukum kepada korban untuk memastikan hak-hak mereka terpenuhi. Pemerintah Indonesia juga akan menanggung biaya perawatan medis hingga korban sembuh.
Kemlu mendorong otoritas Malaysia untuk melakukan investigasi menyeluruh, mengingat adanya kekhawatiran penggunaan kekuatan berlebihan (excessive use of force) dalam insiden ini.
Baca Juga: Lagi-lagi Harga TBS Kelapa Sawit di Jambi Anjlok Pekan Ini, Ternyata Gara-gara Ini
KBRI Kuala Lumpur juga terus mengumpulkan informasi untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang kejadian tersebut dan telah meminta bantuan pengacara untuk menyiapkan langkah hukum.
Kondisi Korban
Dari lima korban penembakan, tiga di antaranya telah teridentifikasi. Dua korban, HA dan MZ, saat ini dalam kondisi stabil setelah menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara itu, identifikasi dan penanganan terhadap korban lainnya masih terus dilakukan.
Insiden ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah Indonesia, terutama dalam melindungi hak-hak WNI di luar negeri. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan keadilan dan transparansi dalam penyelesaian kasus ini.
Artikel Terkait
4.000 Anak Muda Mesir Geluti Pencak Silat, Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Jadi Cabang Olahraga Resmi di Mesir
Presiden Prabowo Resmi Tetapkan Tarif PPN 12 Persen Barang Mewah di 1 Januari 2025
Presiden RI, Prabowo Gaet Investor Qatar : Target Bangun 1 Juta Rumah untuk Rakyat, Bisakah Terwujud?
Presiden Prabowo Subianto Apresiasi Dukungan India untuk Keanggotaan Indonesia di BRICS
Bertemu di Kuala Lumpur, Prabowo Subianto dan Anwar Ibrahim Sepakat Perkuat Kerja Sama Bilateral