Sabtu, 18 April 2026

Bongkar 4 Fakta Siswi MTs di Donggala, Sulteng, Terjerat Skandal Bullying, Korban Anak Yatim dan Pakaian Dilucuti

Photo Author
- Selasa, 16 September 2025 | 13:05 WIB

ilusrasi bullying (Unsplash/@RoadAhead)
ilusrasi bullying (Unsplash/@RoadAhead)

Proses mediasi kemudian digelar di Polsek Sindue dengan menghadirkan pelaku, korban, orang tua masing-masing, serta pihak sekolah.

Mediasi sempat berhasil, mereka sepakat berdamai dan kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan, namun peristiwa lain terjadi.

Belakangan, orang tua atau ibu korban tidak terima dan mencabut perdamaian tersebut, lantaran merasa perbuatan tersebut sangat menyakitjan hati keluarga korban.

3. Pelaku Minta Maaf secara Terbuka.

Ketiga siswi yang merupakan pelaku dalam kasus ini akhirnya mengakui perbuatannya dan meminta maaf secara terbuka. 

"Kami mengakui perbuatan (terhadap korban AL) salah dan tidak mengulangi perbuatan yang dilakukan," demikian permohonan maaf sejumlah siswi MTs di Donggala yang diucapkan secara bersama-sama, sebagaimana terlihat dalam unggahan yang sama dari akun Instagram @feedgramindo.

4. Korban Anak Yatim, Ditinggalkan Ibunya.

Setelah kasus ini viral di media sosial, sebagian publik menyoroti kehidupan korban yang merupakan anak yatim. 

Baca Juga: Rp757,8 Triliun akan Menjadi Anggaran Pendidikan Indonesia 2026, Begini Rinciannya!

AL berangkat dari rumah ke sekolah jaraknya kurang lebih 4 kilometer (km) dengan berjalan kaki, dan berasal dari keluarga kurang mampu.

Dalam unggahan yang sama, diketahui AL merupakan anak dari 5 bersaudara, yang kini, dirinya tinggal bersama neneknya dan 2 orang adiknya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Ayah korban AL diketahui meninggal dunia sejak tahun 2023, dan dirinya hidup ditinggalkan ibunya dari SD yang tinggal bersama 2 adiknya di Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng.

Hingga kini, atas dugaan skandal perundingan tersebut masih dalam tindak lanjut pihak kepolisian setempat. 

Penyidik juga akan memeriksa sejumlah saksi dan begitu juga dari pihak korban, agar segera dicarikan jalan keluar.

Terkait pekerjaan ibu korban, sehari-harinya hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga (IRT), seperti orang tua dari para pelaku sebagian sebagai petani dan ibu rumah tangga.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Anisa Nabilah Hidayati

Sumber: IG @feedgramindo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X