"Tahu-tahu kepala sekolahnya agak grogi karena yang diberhentikan itu anak jenderal," tambahnya.
Di sisi lain, dia menegaskan agar kepala sekolah tidak ragu dalam menegakkan aturan, tidak peduli siapa pun orang tua murid yang bersangkutan.
"Kepala sekolahnya telepon saya. Saya bilang, 'Enggak usah ragu-ragu. Mana jenderal itu? Suruh menghadap saya'. Aku tunggu-tunggu enggak datang-datang juga itu," tegasnya.
Kedisiplinan siswa di sekolah harus ditegakkan secara konsisten dan tanpa pandang bulu untuk membentuk karakter mereka di luar sekolah.
Akan tetapi, ini tidak akan berjalan efektif bila guru atau kepala sekolah merasa takut menghadapi tekanan eksternal.
Selain itu, orang tua juga harus mendukung aturan sekolah yang ketat demi terbentuknya sopan santun dan kedisiplinan siswa.***
Artikel Terkait
Keluarga Besar SMPN 1 Kampak Trenggalek Gelar Halal Bihalal Bersama Ratusan Siswa
Kepala SMPN 1 Kampak Trenggalek Tegaskan Ini Tentang Wisuda dan Study Tour: yang Penting Melalui Prosedur
Rp757,8 Triliun akan Menjadi Anggaran Pendidikan Indonesia 2026, Begini Rinciannya!
Bongkar 4 Fakta Siswi MTs di Donggala, Sulteng, Terjerat Skandal Bullying, Korban Anak Yatim dan Pakaian Dilucuti