Sabtu, 18 April 2026

336 Orang Jemaah Haji Indonesia Tidak Kembali ke Tanah Air, Petugas Perketat Pemeriksaan

Photo Author
Maskun Sopwan, Jambi Line
- Senin, 1 Juli 2024 | 16:29 WIB

Pemeriksaan tas jemaah haji (Kemenag RI)
Pemeriksaan tas jemaah haji (Kemenag RI)

Jambiline.com - Pada Minggu 30 Juni 2024 pukul 21.00 WAS, jumlah jemaah haji dan petugas yang telah diterbangkan kembali ke Tanah Air mencapai 66.611 orang, yang tergabung dalam 169 grup terbang.

Menurut data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) per pukul 06.44 WIB, jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat mencapai 336 orang.

Sementara itu, jemaah haji yang diberangkatkan dari Makkah ke Madinah berjumlah 1.525 orang yang tergabung dalam 4 kloter.

Baca Juga: Ratusan Warga Tuban Hadir di Acara Fun Walk dan Bazar di Rangka HUT Pelindung Gereja Katolik Santo Petrus Tuban

 

Dikutip dari laman sehatnegeriku.kemkes.go.id, anggota Media Center Kementerian Agama, Widi Dwinanda, menyampaikan bahwa untuk memastikan kebersihan lingkungan dan kualitas makanan jemaah haji, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) melalui tim Sanitasi dan Ketahanan Pangan Klinik Kesehatan Haji Indonesia ( KKHI) Makkah melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) di tempat katering dan pemondokan.

"Tim ini berupaya mencegah penyakit yang disebabkan oleh faktor lingkungan. Inspeksi yang dilakukan meliputi pengamatan dan pemeriksaan langsung terhadap berbagai aspek lingkungan, seperti standar suhu, kualitas udara, pencahayaan ruangan, kebersihan lingkungan, dan pengolahan limbah," terang Widi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

“Tim Sanitasi dan Food Security memastikan ketersediaan air bersih, melakukan pengendalian vektor penyakit, dan mengelola limbah medis di lingkungan KKHI, pos kesehatan sektor, dan pos kesehatan satelit,” sambung Widi pada Senin (1/7/2024).

Baca Juga: Ombudsman Jambi Larang Sekolah Pungut Uang Seragam pada Peserta Didik Baru

IKL yang dilaksanakan, tutur Widi, berupa pengamatan dan pemeriksaan langsung terhadap aspek lingkungan katering dan pemondokan jemaah haji. Untuk menjamin keamanan makanan para jemaah sebelum dikonsumsi, dilakukan pemeriksaan sampel makanan secara organoleptik.

"Pemeriksaan ini meliputi pengujian rasa, bau, tekstur, dan warna makanan. Uji organoleptik ini bertujuan mendeteksi adanya risiko kerusakan makanan sedini mungkin, sehingga dapat dicegah sebelum dikonsumsi oleh jemaah haji," tuturnya.

"Pemeriksaan ini dilakukan terhadap semua sampel makanan, baik menu reguler maupun menu lansia, yang dikirimkan oleh katering ke KKHI pada setiap waktu makan (pagi, siang, malam, selamat datang, dan selamat jalan)," ia menambahkan.

Baca Juga: Air Terjun Lau Berte : Pesona Ekstrim di Langkat, Punya Potensi Sebagai Sumber Tenaga Listrik

Untuk kegiatan sanitasi, ia menjelaskan bahwa tim melaksanakan kegiatan sanitasi melalui inspeksi dan intervensi kesehatan lingkungan di KKHI, katering, dan hotel/pemondokan jemaah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Maskun Sopwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X