"Ini kami mencoba membuka solusi bagaimana mengendalikan tingkat kenakalan anak. Setelah Covid-19 attitude anak-anak berbeda, tapi jika hanya guru-guru yang bertindak nampaknya hanya akan diremehkan. Akhirnya kami bekerja sama dengan koramil, kepolisian, Dinas Pendidikan, Puskesmas, Kemenag, dn lain-lain," kata Trisia.
Dia berharap agar SMPN 1 Kampak mampu berkontribusi dalam mengurangi tingkat kecelakaan lalulintas dan kenakalan remaja.
"Harapannya, mengenai tertib lalu lintas, semoga SMPN 1 Kampak bisa menjadi contoh. Sebagai abdi negara dan penggiat Pramuka, saya juga pasti malu jika melakukan pelanggaran lalu lintas, tapi bukan karena ada pihak kepolisian. Jadi saya mencontohkan pentingnya berdoa, memakai helm, surat lengkap sebelum berkendara, pasti akan nyaman. Sehingga penyampaian dari kepolisian tentang hal ini bisa menegaskan aturan lalu lintas dan ada sanksi bagi yang melanggar," terangnya.***